For Use with Compatible Battery Only

June 25, 2010

I bought a Sony DSC-TX5 camera just 1.5 months ago.  Everything was fine until I forgot to remove the battery from the charger for whole day. The camera gives “For Use with Compatible Battery Only” message every time I turn it on and it automatically off in few minutes. The battery is actually original and comes with the camera.

I googled the error message and find that I’m not the only customer facing this issue. And lucky that I found solution that work here – solution #2. Below is my detailed procedure to fix the battery.

Disclaimer:

Dengan mengikuti prosedur di bawah ini, Anda menyadari bahwa Anda mengerti resiko kerusakan dan bertanggung jawab sepenuhnya. Anda juga tidak akan menyalahkan penulis jika terjadi kerusakan pada peralatan Anda.

  1. Pergi ke Sony Center terdekat, pastikan bahwa masalahnya karena batere bukan karena kamera itu sendiri. Caranya, ceritakan masalahnya ke customer service dan pinjam batere mereka.
    Jika masalahnya ternyata di kamera, tinggal tunjukkan kartu garansi dan titipkan kameranya ke Sony Service.
    Jika masalahnya ternyata di batere dan Anda berkeberatan mengeluarkan IDR 400ribu untuk batere yang baru, lanjutkan ke langkah ke-2.
  2. Persiapkan kabel, multimeter dan charger kamera.
  3. Cek tegangan dengan multimeter, Pin + dengan -, dan pin C dengan -. Seharusnya nilainya sekitar 4.7V  dan 3.7V.
  4. Kabel digunakan untuk men-short-circuit 3 pin yang ada di batere Sony. Jadi buat bercabang 3, cocokan jarak masing-masing cabang dengan pin di batere Sony.
  5. Short ketiga pin di batere Sony selama 3 detik. Bila tidak ada jam, bisa sambil bernyanyi “balonku ada lima” sampai bait kedua.
  6. Cek kedua tegangan kembali, seharusnya nilainya nol komaan. Catat. Pada kasus saya, +&- jadi 0.41V dan c&- jadi 0.21V
  7. Biarkan selama beberapa jam – tidak jelas, saya biarkan semalaman. Paginya saya cek, ada perubahan tegangan +&- jadi 0.13V dan c&- jadi 0.91V. Saya sendiri tidak mengerti mekanisme apa yang terjadi di batere tersebut semalaman.
  8. Charge kembali batere tersebut dan siap dicoba.

Catatan: Saya mencoba prosedur di atas 3 kali, pada dua kali pertama setelah dishort langsung di charge dan error messagenya masih muncul.

Kekuatan atau Kelemahan?

December 20, 2009

Tulisan ini saya peroleh dari mailing list, di kirimkan oleh Bapak Kusmayanto Kadiman.

Kekuatan atau Kelemahan?

Penulis tidak diketahui, Bits & Pieces, August 15, 1996, Economic Press Inc

Kadang kelemahan kita bisa menjadi kekuatan terbesar kita. Ambil contoh kisah seorang bocah 10 tahun yang memutuskan untuk mempelajari judo walaupun ia telah kehilangan lengan kirinya dalam sebuah kecelakaan mobil.

Sang bocah belajar dari seorang guru judo Jepang. Bocah ini benar-benar belajar dengan baik, sehingga ia sendiri tidak paham, kenapa setelah tiga bulan latihan, sang guru hanya mengajarkannya satu gerakan.

“Sensei,” akhirnya sang bocah bertanya, “Bukankah saya seharusnya sudah belajar gerakan lainnya?”

“Ini adalah satu-satunya gerakan yang kamu tahu, tapi ini juga satu-satunya gerakan yang perlu kamu ketahui” jawab sang Sensei.

Walau tidak begitu memahami, tapi tetap percaya pada gurunya, bocah ini tetap berlatih dan berlatih. Beberapa bulan kemudian, sang sensei mengantarkan sang bocah ke turnamen pertamanya. Terkejut pada kemampuannya sendiri, sang bocah dengan mudah memenangkan dua pertarungan pertamanya. Pertarungan ketiga lebih sulit, tapi setelah beberapa saat, lawannya kehilangan kesabaran dan menyerang, sang bocah dengan piawai menggunakan satu gerakannya untuk memenangkan pertarungan. Masih heran dengan kemenangannya, sang bocah masuk final.

Kali ini, lawannya lebih besar, lebih kuat, dan lebih berpengalaman. Untuk beberapa saat sang bocah terlihat tidak sepadan dibanding lawannya. Karena kuatir sang bocah bisa cedera, wasit menyerukan time-out. Ia bermaksud menghentikan pertarungan saat sang sensei menginterupsinya.

“Tidak,” interupsi sang sensei,”Biarkan ia melanjutkan.” Segera setelah pertarungan dilanjutkan, lawannya membuat kesalahan kritikal: ia lalai dalam pertahanannya. Secara cepat sang bocah menggunakan satu gerakan untuk menguncinya. Sang bocah memenangkan pertarungan dan kejuaraan. Ialah sang juaranya.

Dalam perjalanan kembali ke rumah, sang bocah dan senseinya mempelajari kembali setiap gerakan di pertarungan hari itu. Lalu sang bocah berani menanyakan yang terus dipikirkannya. “Sensei, bagaimana saya bisa memenangkan kejuaraan hanya dengan satu gerakan?” “Kamu menang karena dua alasan!” jawab sang sensei. “Pertama, kamu hampir memahiri salah satu bantingan tersulit dari semua gerakan di judo. Kedua, satu-satunya pertahanan yang telah diketahui terhadap gerakan itu adalah jika lawan kamu menangkap lengan kiri kamu”

Kelemahan sang bocah telah menjadi kekuatan terbesarnya.

Platforms Inter-trips

November 3, 2009

Few weeks back, I was requested to assist offshore ESD/PSD performance test to make sure that process can be brought to its specified safety state within specified time. One of the major concerns that we need to face is platform inter-trips where one platform sending trip signals to another remote platform.

Why do we need platforms inter-trips anyway?
My memory goes back to piper alpha every time I think about this. Based on the event aftermath on http://en.wikipedia.org/wiki/Piper_Alpha, “Another contributing factor was that the nearby connected platforms Tartan and Claymore continued to pump gas and oil to Piper Alpha until its pipeline ruptured in the heat in the second explosion”. Both platforms continued its production since there was no automated function to stop the platform when other platforms in trouble and operators were afraid they will be blamed if they lost the production.

How do we do this then?
Sending hardwired IO may not be an option due to distance between platforms, but, can we use data communication?
There is one thumb rule I received from the seniors that “data communication can’t be used for safety purpose”. Well, if we put “SIL 3 Data Communication” on google and we can get list of safety data communication products available on the market. Still, we need to make sure that both data protocol and media architecture are per SIL 3 requirement.

Data communication we use is Honeywell SM-SM SafeNet.

One of the differences between safety dan non-safe data communication is its failsafe feature.
If non-safe modbus used, it will hold last known good data value upon communication lost, thus, process will not be brought to its safe state when the real event occurs (fail to dangerous). If safe data communication used, process will be brought to its safe state upon communication lost. The bad news is yes, we will have another nuisance trip.

Open discussion guys – please CMIIW


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.